Psikologi Pesan

A. Pesan Linguistik

  • Bahasa dapat dibayangkan sebagai kode atau sistem simbol yang kita gunakan untuk membentuk pesan-pesan verbal kita. Kita dapat mendefinisikan bahasa sebagai sistem produktif yang dapat dialih-alihkan dan terdiri atas simbol-simbol yang cepat lenyap, bermakna bebas, serta dipancarkan secara kultural.
  • Menurut teori belajar, anak-anak memperoleh pengetahuan bahasa melalui tiga proses: asosiasi, imitasi, dan peneguhan. Asosiasi berarti melazimkan suatu bunyi dengan objek tertentu. Imitasi berarti meniru pengucapan dan struktur kalimat yang didengarnya. Peneguhan dimaksudkan sebagai ungkapam kegembiraan yang dinyatakan ketika anak mengucapkan kata-kata dengan benar.

 

B. Pesan Nonverbal

  • Komunikasi nonverbal adalah semua ekspresi eksternal selain kata-kata terucap atau tertulis, termasuk gerak tubuh, karakteristik penampilan, karakteristik suara, dan penggunaan ruang dan jarak (Fiske, 2004).
  • Bahasa tubuh dapat diartikan sebagai penyampaian pesan nonlisan yang menggunakan kemampuan seluruh anggota badan untuk menyampaikan pesan, seperti menggunakan gerak tubuh, mimic wajah, isyarat tangan, dan jarak tubuh.
  • Dengan demikian, kita bisa menyatakan, bahwa bahasa tubuh merupakan bagian dari komunikasi nonverbal. Dalam ungkapan yang lebih popular, bahasa tubuh merupakan komunikasi nonverbal, namun tidak semua komunikasi nonverbal menggunakan bahasa tubuh. Misalnya saja, dalam komunikasi nonverbal itu dapat juga menyampaikan pesan melalui warna dinding rumah, pakaian yang digunakan atau merek dan jenis mobil yang dipilih.

FUNGSI PESAN NON VERBAL

  1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
  2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
  3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
  4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
  5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 19, 2013, in Psikologi Komunikasi, Semester 3 and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: