Pengaruh Komunikasi

Pengaruh komunikasi kita pada orang lain
Menurut Herbert C. Kelman (1975), pengaruh komunikasi kita pada orang lain berupa tiga hal: internalisasi (internalization), identifikasi (identification), dan ketundukan (compliance).
1.      Internalisasi (internalization)
Internalisasi terjadi bila orang menerima pengaruh karena perilaku yang dianjurkan itu sesuai dengan sistem nilai yang dimilikinya. Kita menerima gagasan, pikiran, atau anjuran orang lain karena gagasan, pikiran atau anjuran tersebut berguna untuk memecahkan masalah, penting dalam menunjukkan arah, atau dituntut oleh sistem nilai kita.
Internalisasi terjadi ketika kita menerima anjuran orang lain atas dasar rasional. Misal: kita menghentikan rokok atas dasar saran dokter, karena kita ingin memelihara kesehatan kita atau karena merokok tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut.
Dimensi ethos yang paling relevan di sini ialah kredibilitas—keahlian komunikator atau kepercayaan kita pada komunikator.
 
2.      Identifikasi (identification)
Identifikasi terjadi bila individu mengambil perilaku yang berasal dari orang atau kelompok lain karena perilaku itu berkaitan dengan hubungan yang mendefinisikan diri secara memuaskan dengan orang atau kelompok itu. Hubungan yang mendefinisikan diri artinya memperjelas konsep diri.
Dalam identifikasi, individu mendefinisikan peranannya sesuai dengan peranan orang lain. Ia berusaha seperti atau benar-benar menjadi orang lain. Dengan mengatakan apa yang ia katakan, melakukan apa yang ia lakukan, mempercayai apa yang ia percayai, individu mendefinisikan dirinya sesuai dengan orang yang mempengaruhinya.
Identifikasi terjadi ketika anak berprilaku mencontoh ayahnya, murid meniru tindak-tanduk gurunya, atau penggemar bertingkah dan berpakaian seperti bitang yang dikaguminya.
Dimensi ethos yang paling relevan dengan identifikasi ialah atraksi—daya tarik komunikator.
 
3.      Ketundukan (compliance)
Ketundukan (compliance) terjadi bila individu menerima pengaruh dari orang atau kelompok lain karena ia berharap memperoleh reaksi yang menyenangkan dari orang atau kelompok tersebut. Ia ingin memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman dari pihak yang mempengaruhinya.
Dalam ketundukan, orang menerima perilaku yang dianjurkan bukan karena mempercayainya, tetapi karena perilaku tersebut membantu untuk menghasilkan efek sosial yang memuaskan. Contoh: bawahan yang mengikuti perintah atasannya karena takut dipecat.
Dimensi ethos yang berkaitan dengan ketundukan ialah kekuasaan.

4.      Kredibilitas
Kredibilitas adalah seperangkat persepsi komunikate tentang sifat-sifat komunikator. Dalam definisi ini terkandung dua hal: Pertama, kredibilitas adalah persepsi komunikate; jadi tidak inheren dalam diri komunikator; Kedua, kredibilitas berkenaan dengan sifat-sifat komunikator, yang disebut juga komponen-komponen kredibilitas.

5.      Atraksi
Faktor-faktor situasional yang mempengaruhi atraksi interpersonal adalah: daya tarik fisik, ganjaran, kesamaan, dan kemampuan. Kita cenderung menyenangi orang-orang yang tampan atau cantik, yang banyak kesamaannya dengan kita, dan yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kita.

6.      Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan menimbulkan ketundukan. Ketundukan timbul dari interaksi antara komunikator dengan komunikate. Kekuasaan menyebabkan seorang komunikator dapat memaksakan kehendaknya kepada orang lain karena ia memiliki sumber daya yang sangat penting.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 19, 2013, in Psikologi Komunikasi, Semester 3 and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: