Kejutan Budaya

MEMASUKI BUDAYA BARU

Ketika anda meninggalkan hal yang biasa bagi anda dan lingkungan yang nyaman serta memasuki suatu budaya yang baru, Anda mungkin akan mengalami kegelisahan dan gangguan emosi ketika dua realitas dan konsep bertemu.

Masalah yang dihadapi seseorang dalam mberadaptasi dengan budaya baru beragam. Ketidaknyamanan secara psikologis dan fisik yang dihadapi oleh seseorang ketika beradaptasi dengan budaya baru disebut cultural shock ( Kejutan Budaya).

KEJUTAN BUDAYA – MENJELASKAN KEJUTAN BUDAYA

Kejutan budaya merupakan keadaan metal yang datang dari transisi yang terjadi ketika anda pergi dari lingkungan yang anda kenal ke lingkungan yang tidak anda kenal dan menemukan bahwa pola perilaku anda yang dulu tidak efektif. Kejutan budaya ditimbulkan oleh rasa gelisah sebagai akibat dari hilangnya semua tanda dan simbol  yang biasa kita hadapi dalam hubungan sosial. Tanda dan petunjuk ini terdiri atas ribuan cara dimana kita mengorientasikan diri kita sendiri dalam kehidupan sehari-hari : bagaimana memberikan petunjuk, bagaimana membeli sesuatu, kapan dan dimana untuk tidak merespon. Petunjuk ini dapat berupa kata-kata, gerakan, ekspresi wajah, kebiasaan ataupun norma.

REAKSI TERHADAP KEJUTAN BUDAYA

Reaksi yang diasosiasikan dengan kejutan budaya bervariasi diantara setiap individu dan dapat muncul dalam waktu yang berbeda. Misalnya seseorang yang terus-menerus berhubungan dengan budaya yang lain mungkin merasa sedikit gelisah. Kejutan budaya menurut Smith, dapat menghasilkan sejumlah reaksi yang berpotensi mengakibatkan masalah. Paling tidak kejutan budaya dapat menyebabkan anda merasa putus asa, lelah dan tidak nyaman.

 Reaksi tersebut berupa :

  1. Permusuhan terhadap lingkungan yang baru
  2. Perasaan disorientasi
  3. Perasaan tertolak
  4. Sakit perut dan sakit kepala
  5. Rindu kampung halaman
  6. Merindukan teman dan keluarga
  7. Perasaan kehilangan status dan pengaruh
  8. Menyendiri

Menggangap anggota budaya yang lain tidak sensitif

About oneofmyway

Me..

Posted on May 19, 2013, in Komunikasi Antar Budaya, Semester 3 and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: