Era Perspektif Ilmu Pengetahuan

Era Perspektif Ilmu Pengetahuan

Munculnya era perspektif ilmu pengetahuan ditandai dengan berbagai penelitian ilmiah dibidang komunikasi massa pada tahun 1950-an.

Era perspektif ilmiah dalam komunikasi massa dipelopori oleh Katz Lazarzfeld. Imigran yang keluar dari Nazi Jerman dibawah Ford Foundation ini kemudian berkeras bahwa untuk mengetahui pengaruh komunikasi atau media massa tidak cukup hanya dengan asumsi-asumsi semata. Lazarsfled kemudian menawarkan ide untuk melakukan peneliatian yang didesain secara teliti dan melakukan percobaan lapangan sehingga dia dapat mengamati dan mengukur pengaruh media kepada masyarakat. Lazarsfeld et all dalam Baran dan dan Davis (2000) mengutarakan bahwa sekedar mengasumsikan bahwa propaganda politik memiliki pengaruh yang besar, harus ada bukti yang kuat yang dapat menunjukkan pengaruh tersebut.

Hingga pada awal 1950an penelitian Lazarsfeld kemudian menghasilkan banyak data yang menginterpretasikan bahwa komunikasi melalui media massa tidaklah memiliki pengaruh sebesar yang selama ini dibayangkan. Media massa justru mendukung tatanan sosial dan status quo yang berkembang di masyarakat. bukan mengancamnya. Hal ini kemudian dilabeli sebagai perspetif efek terbatas atau limited effetcs perspective dan membawa ilmuwan komunikasi kepada era efek terbatas.

Setelah tahun 1950an para peneliliti di bidang komunikasi massa kemudian menghentikan penelitian yang berkaitan tentang powerful effects dan mendokumentasikan semua hal yang berhubungan dengan limited effects. Hasil penelitian ini kemudian sangat konsisten dengan yang dikemukakan oleh Lazarsfled sehingga banyak peneliti merasa bosan dan beranggapan bahwa penelitian komunikasi massa sudah habis (Berelson dalam Baran dan Davis, 2000).

Teori-teori disusun tidak hanya berdasarkan pengamatan saja, akan tetapi sebelumnya didahului oleh metode peneltian berbentuk survei, pengumpulan pendapat (pooling) dll.

Lazarsfeld (1941) mengkritik teori yang menyatakan media massa sangat berkuasa dalam mempengaruhi masyarakat sebagaimana teori masyarakat massa. Menurutnya, orang tetap dapat membuat pilihan terhadap media massa yang ingin digunakannya, mereka memberikan penafsiran terhadap isi media, media juga dapat memberikan efek atau pengaruh yang baik. Teori Lazarsfeld yang disebut dengan hipotesis aliran dua langkah (two-step flow hypothesis) mengenai media massa dan pengaruh personal dikenal sebagai teori komunikasi massa yang berasal dari era itu.

Para pemuka pendapat menafsirkan pemberitaan itu berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan yang mereka anut dan meneruskannya kepada pengikut pendapat (opinion followers), yaitu mereka yang tidak terlalu sering mengkonsumsi media.

Pandangan lazarsfeld tentu memiliki kelemahan karena perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa hampir setiap orang dapat mengkonsumsi media massa. Para peneliti lainnya juga mendalami komunikasi massa dengan menggunakan metode penelitian yang dikembangkan oleh Lazarsfeld. Berbagai penelitian memberikan petunjuk mengenai karakteristik dari kelompok atau individu masyarakat yang mudah dipengaruhi media massa dan kelompok2 atau individu yang tidak mudah dipengaruhi oleh media massa.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 19, 2013, in Semester 3, Sosiologi Komunikasi Massa and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. thx ya kak artikel nya bantuu gue banget :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: