Akulturasi

AKULTURASI : PENYESUAIAN TERHADAP BUDAYA YANG BARU
Berry menjelaskan bahwa akulturasi sebagai proses dari perubahan budaya da psikologis yang terjadi sebagai akibat dari hubungan antara dua atau lebih kelompk budaya dan anggotanya. Dalam tahap individual, hal ini melibatkan perubahan dalam perilaku seseorang. Proses penyesuaian ini merupakan proses panjang yang membutuhkan banyak pengetahuan mengenai budaya baru. Dalam akulturasi terdiri dari beberapa :
1. Bahasa
Jelaslah bahwa seseorang yang hidup dalam budaya yang baru harus menghadapi tantangan terhadap rintangan bahasa, kebiasaan serta praktik yang tidak biasa, dan variasi budaya dalam gaya komunikasi verbal dan non verbal dalam rangka mencapai pemahaman.
2. Ketidakseimbangan
Adaptasi yang sukses membutuhkan sejumlah pengetahuan mengenai budaya tuan rumah dan bagaimana anda membuat pilihan yang tepat menyangkut pengetahuan tersebut. Ketidakseimbangan ini diasosiasikan dengan adaptasi yang melahirkan dua isu yang saling bertentangan : (1) preferensi relatif untuk mempertahankan kebudayaan asli serta identitas seseorang, (2) preferensi relatif untuk berhubungan dengan anggota buday tuan rumah.
3. Etnosentrisme
Halangan akukturasi kadang tumbu karena etnosentrisme yang mengarah pada prasangka yang pada gilirannya mengakibatkan kecurigaan, permusuhan bahkan kebencian. Apa yang menarik pada etnosentrisme adalah bahwa hal tersebut mempengaruhi baik imigran maupun budaya tuan rumah. Kunci dari adaptasi yang efektif  adalah kedua belah pihakuntuk mengenali pengaruh tnosentrisme dan usaha untuk mengawasinya.
4. Dinamika Stres-Adaptasi-Pertumbuhan
Dalam penelitian yang terakhir, Kim telah mengembangkan model teoritis yang menunjukkan proses penyesuaian budaya yang lebih kompleks dibandingkan model kurva-U dan model kurva-W. Untuk mengurangi stres, ia mulai mengembangkan dan menggabungkan norma budaya baru yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi secara normal, sehingga mulai beradaptasi dengan lingkungan yang baru.  Tiga komponen stres-adaptasi-pertumbuhan membentuk sebuah proses yang dinamis, Menurut Kim : Dinamika stres –adaptasi-pertumbuhan berperan tidak hanyan dalam deret linier yang mulus, namun dalam sebuah representasi “ mundur untuk melompat maju “ yang berkelanjutan dari hubungan antara stres, adaptasi dan pertumbuhan yang terjadi sekarang. Orang asing merespon setiap pengaaman stres tersebut dengan “mundur” yang pada gilirannya mengaktifkan energi untuk menolongnya mengatur dirinya sendiri dan “melompat maju. Proses ini berlangsung selama ada tantangan lingkungan yang baru.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 19, 2013, in Komunikasi Antar Budaya, Semester 3 and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: