Rokok

Topik : ‘All about cigarettes’

Pemerintah dan beberapa lembaga terkait (antara lain : Depkes, YLKI, Organisasi Wanita Tanpa Tembakau, Komunitas Anti Asap Rokok), dll saat ini sedang gencar-gencarmya mempermasalahkan “R O K O K”.

Ada 3 (tiga) hal yang muncul mengenai ROKOK, yaitu :

  1. Bagi pemilik kartu GAKIN (Keluarga Miskin) berhak memperoleh pelayanan dan perawatan kesehatan gratis dari pemerintah, namun jika ybs merokok/perokok aktif (akan diketahui dari test darah), maka tak akan memperoleh fasilitas pelayanan medis gratis lagi dari pemerintah. Perokok aktif tersebut akan kembali diberi pelayanan gratis jika ybs berhenti merokok (bisa dibuktikan  juga dengan tes darah). Menurut data di lapangan, 60 juta penduduk di Indonesia (dari 230 juta jiwa) adalah perokok. Dan dari 60 juta jiwa, 70 % nya tergolong dalam masyarakat miskin. 22 % dari penghasilan masyarakat miskin dibelanjakan unutk konsumsi rokok.
  2. Tembakau akan dijadikan zat adiktif (yang dapat memicu hormon tertentu sehingga membuat orang ketagihan/kecanduan/addiction). Jika di golongkan sebagai zat adiktif, maka dianggap sama dengan narkoba dan minuman keras. UU tentang hal ini sedang digodok di DPR
  3. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memfatwakan bahwa : MEROKOK adalah HARAM. Pernyataan ini didukung penuh oleh salah satu organisasi kemasyarakatan MUHAMMADIYAH. Hal ini didasari penelitian terkini, bahwa ditemukan fakta bahwa filter rokok mengandung Haemoglobin BABI (darah babi) yang bertujuan untuk menyaring zat-zat/racun yang terdapat dalam rokok. Mengingat BABI diharamkan bagi muslim, maka semestinya semua muslim yang merokok mengetahui konsekuensi dari tindakan merokok. Bola panas dikembalikan kepada perokok muslim : apakah tetap memanjakan kesenangan diri sendiri dengan tetap merokok tetapi bertentangan dengan ajaran agama.

 

Pertanyaan :

A. Berikan argumentasi dan pandangan anda tentang ketiga isu ini.

B. Jabarkanlah pendapat anda berkaitan dengan ETIKA dan ETIKET (manner) tentang masih banyaknya orang yang merokok di ruang ber-AC atau  di tempat yang bertanda “DILARANG MEROKOK”, atau di dekat orang lain yang tak merokok (perokok pasif).

Pendapat Saya:

A)   Tidak memberikan layanan kesehatan gratis bagi pemilik kartu GAKIN yang merupakan perokok bisa dianggap sebagai salah satu tindakan kecil yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi perokok di Indonesia. Namun bila dipikirkan kembali, tentu semua orang yang merokok tahu bahayanya rokok dan penyakit berbahaya apa saja yang akan dideritanya, namun tidak mengurungkan niat mereka untuk merokok. Hal ini bisa dijadikan bahan berpikir, bagaimana bila saat seorang perokok aktif yang miskin lalu jatuh sakit dan tidak bisa mencari pengobatan karena kartu GAKIN nya “dibekukan”  lebih memilih untuk membiarkan penyakitnya dan berujung pada kematian? Bagaimana dengan seorang mantan perokok aktif namun didalam darahnya belum benar benar bersih dari kandungan nikotin dari rokok (yang butuh 6tahun untuk bersih dari nikotin) ?

Tembakau dijadikan zat adiktif. Tentu hal ini mengundang kontroversi bagi masyarakat karena pada dosis tertentu tembakau dapat digunakan untuk hal yang positif.

Fatwa MUI mengenai rokok adalah haram sebenarnya masih menyisahkan pilihan bagi masyarakat islam yang perokok. Zat darah babi yang dijadikan filter rokok itu tidak ada di rokok kretek maka tentu mereka bisa saja merokok dengan rokok kretek yang dianggap tidak haram.

B)   Merokok di ruang ber AC tentu mengganggu orang orang yang pada saat itu berada didalam ruangan yang sama. Bisa dianggap sebagai tindakan tidak beretika yang menggangu kenyamanan orang lain karena merokok di ruang ber AC dan tentu tidak salah bila ditegur.

Merokok ditempat bertuliskan DILARANG MEROKOK harusnya adalah tindakan memalukan. Sudah jelas dilarang tapi masih merokok dan tidak menghiraukan tata krama bermasyarakat.

Merokok didekat perokok pasif jelas sangat merugikan. Asap yang dihembuskan oleh perokok aktif mengandung banyak racun yang lebih beracun dan mematikan bagi perrokok pasif. Harus sadar lingkungan dan tahu etika dalam masyarakat.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 18, 2013, in Semester 2, Teori Komunikasi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: