Profesi dan Pekerjaan

Profesi dan Pekerjaan

•   Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki  asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknikdan desainer

•   Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

•   Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.

•    Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:

1.   Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.

2.   Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.

3.   Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

4.   Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

5.   Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.

6.  Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.

7.  Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

8.  Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

9.  Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri  tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.

10.Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

11.Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut  bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Etika, tanggung jawab, loyalitas

•   Ethics: Is the discipline that deals with what is good and bad and with moral duty and obligation, can also be regarded as a set of moral principles or values.

•   Ethical behavior: Is that which isaccepted as morally “good” and “right” as opposed to “bad” or “wrong” in a particular setting.

•   Morality: A system or doctrine of moral conduct which refers to principles of right and wrong in behavior.

•   Integritas dan etika telah selalu mencirikan cara kita berbisnis.

•   Beroperasi dengan naluri integritas yang kuat merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan kredibilitas pada para pelanggan, mitra, karyawan, pemegang saham kita dan para  pemangku kepentingan lainnya.

•   Menciptakan lingkungan keterbukaan dalam berbisnis adalah prioritas utama bagi kita semua. Pedoman Etika Bisnis kita adalah janji kita untuk beroperasi dengan tulus dan kejujuran dalam berurusan dan berkomunikasi dengan pasar.

•   Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.

•   Tanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat penting  dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,karena tanpa tanggungjawab, maka semuanya akan menjadi kacau.

•   Contohnya saja adalah jika seorang ayah tidak melakukan tanggung  jawabnya mencari nafkah,maka keluarganya akan sengsara.  Bagaimanapun juga tanggung jawab menjadi nomor satu di dalam kehidupan seseorang.Dengan kita bertanggung jawab,kita akan dipercaya orang lain,selalu tepat melaksanakan sesuatu, mendapatkan hak dengan wajarnya.

•   Seringkali orang tidak melakukan tanggung jawabnya,mungkin di sebabkan oleh hal hal yang membuat orang itu lebih memilih melakukan hal di luar tanggung jawabnya.

•   Makna dari istilah “tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk “menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.

•   Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “Ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain. •   Loyalitas adalah suatu kata yang sangat disukai oleh para pengusaha bila memandang karyawannya. Pengusaha mengartikan loyalitas adalah suatu kesetiaan karyawannya kepada dia, kepada atasan, atau perusahaannya.

•   Sebaliknya, karyawan merasa asing dengan istilah loyalitas itu,sebagian justru tidak mamandang loyalitas adalah suatu kesetiaan mati kepada perusahaan tempat dimana dia bekerja. Generasi angkatan kerja semakin ke sini, semakin mengenal perusahaan tempat kerja adalah suatu tempat dimana dia hanya harus bekerja dengan baik sesuai peraturan, ada hak – ada kewajiban, tak lebih.

•   Dengan demikian ada suatu kesenjangan pengertian tentang loyalitas, sementara para karyawan masih banyak yang tidak memiliki satu prinsip bagaimana dia menjaga profesionalismenya.

•   Profersionalisme sendiri punya arti bahwa setiap karyawan harus bekerja gigih dengan suatu penguasaan keahlian. Dengan demikian, karyawan tersebut akan mempunyai kepastian sendiri akan masa depan kariernya karena dia kompeten. Dilain pihak, karyawan yang kompeten belum tentu cocok dengan bidang pekerjaan yang digelutinya saat ini.

•   Jadi profesional adalah orang yang kompeten dan bekerja pada bidang yang sesuai dengan minatnya.

•   Ada 4 tahap seorang karyawan mencapai profesionalismenya:

1. adaptasi

2. menguasai

3. berprestasi

4. konfirmasi

•   Tahap adaptasi adalah suatu proses dimana seseorang harus  belajar mengenali pekerjaannya, organisasinya, orang-orang disekitarnya, dan lingkungannya.

Tahap berikutnya, bila karyawan tersebut telah tepat belajarnya, maka dia akan menguasai pekerjaannya hingga dapat mengelola lingkungannya dengan baik.

•   Setelah seorang karyawan menguasai pekerjaannya, dia akan mencapai prestasi sesuai tujuan dan keinginan organisasi.

•   Pada gilirannya, pengakuan dari atasan dan lingkungannya akan prestasinya adalah suatu konfirmasi seorang karyawan sudah mencapai tingkat prestasi yang diperhitungkan. Pada saat inilah seorang karyawan sudah sampai pada tahap berhak mengklaim  dirinya sebagai profesional yang bisa memberikan nilai tambah bagi  lingkungan dimana dia berada.

•   Jadi, Loyalitas profesi tidak lain adalah atribut bagi seorang karyawan yang setia pada profesinya dengan terus belajar dan menerapkan kompetensinya sehingga memberikan nilai tambah bukan hanya pada diri sendiri tapi bagi lingkungan dimana pun dia berada.

•   Pelajaran terpenting dari loyalitas adalah bahwa kita memiliki komitmen dan keyakinan super kuat untuk sebuah pengabdian yang tulus.

•   Loyalitas adalah jalan tersempurna untuk berkomitmen pada sebuah tujuan mulia, dan tanpa loyalitas kita akan sulit menjadi pribadi tulus yang ikhlas mengerjakan semua pekerjaan kita.

•   Loyalitas merupakan tindakan baik untuk membentuk karakter hebat di dalam diri kita. Bersama loyalitas kita akan melibatkan diri kita untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan sempurna.

•   Gunakan loyalitas untuk membantu kehidupan diri Anda dan diri orang lain. Kita semua diberikan akal sehat untuk bertindak secara positif dan menjadi pribadi yang penuh loyalitas pada semua tujuan pribadi yang ingin kita raih.

•   Anda harus ingat! Bahwa hanya ada satu tujuan mulia dari sikap  loyalitas, yaitu membantu orang lain dengan tulus dan ikhlas.

•   Loyalitas Anda akan lenyap bila Anda berpikir untuk menggunakannya untuk tujuan mencari untung buat pribadi Anda.

•   Loyalitas Anda akan memberikan kepercayaan orang lain pada Anda. Artinya, saat Anda bertindak loyal pada orang lain, orang lain akan mempercayai semua sikap dan karakter Anda.

•   Ingat! Jika Anda ingin dipercaya oleh orang lain, Anda harus membangun komitmen dan integritas yang super tinggi untuk melayani orang lain secara super sempurna.

Ethos Kerja

•   Etos Kerja merupakan perilaku khas suatu komunitas atau organisasi, mencangkup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku,sikap-sikap, aspirasiaspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, standar-standar.

Sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehimpunan paradigma kerja yang integral.

  1. Kerja adalah rahmat bekerja tulus penuh syukur
  2. Kerja adalah amanah, bekerja benar penuh dengan tanggung jawab
  3. Kerja adalah seni bekerja cerdas penuh kreativitas
  4. Kerja adalah kehormatan bekerja tekun penuh keunggulan
  5. Kerja adalah aktualisasi bekerja keras penuh semangat
  6. Kerja adalah pelayanan bekerja penuh kerendahan hati
  7. Kerja adalah ibadah bekerja serius penuh kecintaan

Budaya kerja dan organisasi

•   Budaya Kerja adalah suatu falsafah dengan didasari  pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang dibudayakan dalam suatu kelompok dan tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-cita, pendapat, pandangan serta tindakan  yang terwujud sebagai kerja. (Sumber : Drs. Gering  Supriyadi,MM dan Drs. Tri Guno, LLM ).

•   Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.

•   Manfaat dari penerapan Budaya Kerja yang baik :

1. meningkatkan jiwa gotong royong

2. meningkatkan kebersamaan

3. saling terbuka satu sama lain

4. meningkatkan jiwa kekeluargaan

5. meningkatkan rasa kekeluargaan

6. membangun komunikasi yang lebih baik

7. meningkatkan produktivitas kerja

8. tanggap dengan perkembangan dunia luar, dll.

 

•   Budaya kerja diturunkan dari budaya organisasi. Budaya organisasi itu sendiri merupakan sistem nilai yang mengandung cita-cita organisasi sebagai sistem internal dan sistem eksternal sosial. Hal itu tercermin dari isi visi, misi dan tujuan organisasi. Dengan kata lain, seharusnya setiap organisasi termasuk para anggotanya memiliki impian atau cita-cita. Setiap anggota memiliki identitas budaya tertentu dalam organisasinya. Dalam perusahaan dikenal sebagai budaya korporat dimana di dalamnya terdapat budaya kerja.

•   Dalam konteks budaya kerja, produktivitas tidak dipandang hanya dari ukuran fisik tetapi juga   dari ukuran produk sistem nilai. Karyawan unggul menilai produktivitas atau produktif adalah sikap mental: Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada sekarang.

•   Bagaimana cara mengelola budaya perusahaan? Pengelolaan budaya perusahaan yang baik, jika setiap pekerja memahami , dan melaksanakannya, pada kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Untuk mendapatkan budaya kerja perusahaan yang baik, maka atasan sebagai tokoh panutan merupakan hal yang tak dapat ditawar lagi. Sebagai pimpinan, maka pimpinan harus menjadi panutan, yang dapat dimulai dari hal- hal sepele, seperti datang paling pagi dan pulang paling lambat.

•   Atasan harus juga mengasah empati terhadap anak buahnya. Empati sangat diperlukan untuk memahami anak buah, terutama  jika kita memahami bahwa manusia adalah unik.

•   Anda sebagai karyawan atau manajer di perusahaan yang terdapat unsur-unsur budaya buruk seperti tersebut di atas, sebaiknya mengambil langkah antisipatif sambil berupaya memperbaiki keadaan. Seandainya upaya Anda untuk memperbaiki keadaan buruk tersebut tidak membuahkan hasil, maka Anda harus bersiap diri akan kemungkinan yang bisa terjadi. Dalam skala kecil barangkali tidak akan mempengaruhi Anda, tapi bila unsur-unsur budaya buruk tersebut sampai mengalahkan budaya kerja itu sendiri, Anda perlu bersiap-siap untuk angkat kaki. Kecuali Anda berusaha menyesuaikan diri, maka silakan tetap bertahan bekerja di sana.

Kualitas pekerjaan

•   Cara mengukur kualitas pekerjaan kita dengan jujur  adalah dengan tetap bertanya pada diri kita sendiri, “Akan menjadi perusahaan jenis apa perusahaan kita jika SETIAP ORANG didalamnya SEPERTI SAYA?“

•   Maksudnya adalah jika kita selalu memulai pagi hari dikantor dengan tanpa antusias, seperti ‘hidup enggan mati-pun tak mau’ dan sepanjang hari-pun dilalui tanpa adanya produktifitas, maka… yah… tau sendirilah kita itu orang yang layak bekerja di sebuah perusahaan atau tidak, bener nggak?

About oneofmyway

Me..

Posted on May 18, 2013, in Human Character & Behavior 2, Semester 2 and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: