Jenis Kepemimpinan dari Masa ke Masa

1.Seokarno

  • Soekarno memiliki kepemimpinan yang karismatik demokratis dan sedikit otoriter. Dengan gaya kepemimpinan Beliau ini , ia menjadi seorang pemimpin yang sangat tegas dan tidak dapat didikte oleh siapapun. Beliau juga memiliki sikap idealisme yang sangat tinggi terhadap Indonesia dan inging menjadikan Indonesia sebagai negeri yang mandiri
  • Gaya kepemimpinan demokratis Seokarno mengutamakan persatuan dan kesatuan diatas kepentingan kelompok,golongan, suku, agama, dan ras.
  • Gaya kepemimpinan Seokarno yang otoriter terlihat dari sikap Beliau yang memaksakan kebijakan pemerintahannya kepada lembaga legislatif saat ia menjabat sebagai presiden. Beliau memaksakan keputusannya dengan mengeluarkan dekrit presiden dan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup.
  • Ibarat tiada gading yang tak retak, demikian pula dengan Seokarno. Beliau tetaplah seorang manusia yang tak luput dari kesalahan dan Beliau harus membayar kesalahannya tersebut dengan melepaskan jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pada masa akhir jabatannya, Beliau dianggap bertanggung jawab dan bersalah atas tragedi G30S/PKI.

2. Seoharto

  • Seoharto sangat dikenal dangan gaya pemerintahannya yang otoriter. Gaya kepemimpinannya yang otoriter ini terlihat dari tindakannya yang melarang warga keturunan Tionghoa untuk berekspresi.
  • Sejak tahun 1967, warga keturunan dianggap sebagai warga asing di Indonesia dan kedudukannya berada dibawah warga pribumi.
  • Pada masa pemerintahan Seoharto, rakyat tidak bebas dalam bersuara, kebebasan rakyat dibatasi dengan banyak aturan. Dalam berorganisasipun diatur oleh pemerintah secara nyata. Media pers dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. 12 tahun 1982 yang mengisyaratkan adanya peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran.
  • Sistem otoriter yang diterapkan Soeharto dalam masa pemerintahannya membuatnya populer dengan sebutan ‘Bapak’, yang pada jangka panjangnya menyebabkan pengambilan keputusan keputusan di  DPR kala itu disebut dengaan cara Konotatif yang oleh masyarakat Indonesia sebagai sistem ‘ABS’ atau ‘Asal Bapak Senang’

3. BJ.Habibie

  • Pada masa pemerintahan Beliau yang demokratis, terbukanya kebebasan pers dan ketabahan pemimpin dari rentetan hujatan dari segelintir intelektual dan kaum politik.
  • Habibie memperoleh nama harum di kalangan generasi muda pasca reformasi karena ia mungkin adalah satu satunya presiden dalam sejarah yang memerintah negara yang mengalami disintergasi parah, Birokasi yang bobrok dan militer yang mentalnya rendah namun berhasil menyelamatkan negara tersebut dan memberi fondasi yang kokoh bagi penerusnya.

4. Gus Dur

  • Beliau merupakan seorang aktivis pro-Demokrasi dan ini terlihat dari pembelaannya kepada kaum minoritas yang mendapat apresiasi positif dari banyak kalangan .
  • Kelebihan gaya kepemimpinan Gus Dur adalah konsistensinya pada perjuangan membela hak-hak kaum minoritas dan demokrasi serta penghargaannya yang tinggi terhadap perbedaan sikap kontroverialnya justru bisa dijadikan pelajaran berharga dalam mendewasakan anak bangsa untuk tidak gampang kaget dengan sesuatu yang berbeda.

5.Megawati

  • Gaya kepemimpinannya Demokratis namun pribadi Beliau dianggap tertutup dan cepat emosional. Ia alergi pada kritik dan komunikasinya didominasi oleh keluhan (unek unek) nyaris tidak pernah menyentuh visi misi pemerintahannya.
  • Gaya kepemimpinannya juga anti kekerasan dan cocok untuk keadaan bangsa yang sedang memanas pada saat itu.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

  • SBY telah lama menyesuaikan diri dengan kepemimpinan sipil yang egaliter dan dempkratis tapi dengan budaya militer.
  • SBY lebih dominan dengan gaya kepemimpinan demokrasi sesuai dengan asas demokrasi yang dianut oleh negara ini. Dalam proses pengambilan kebijakan, SBY tidak melakukannya sendiri namun melalui persetujuan pihak pihak yang berwenang dan terkait misalkan DPR, MPR, MA dan lain lain.
  • Sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap kritik. Hanya saja, konsistensi SBY dinilai buruk dan dipandang sering berubah ubah yang menyebabkan kebingingungan pada publik.

About oneofmyway

Me..

Posted on May 18, 2013, in Pengantar Manajemen, Semester 2 and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: